Apa Itu Budidaya Padi Jajar Legowo Super?


Selain budidaya padi dengan sistem jajar legowo, sekarang dikenal dan dikembangkan sistem budidaya padi jajar legowo super. Apa itu jajar legowo (jarwo) super? Jarwo super adalah sistem produksi padi yang mengimplementasikan secara terpadu teknologi budidaya padi berbasis cara tanam jajar legowo yang meliputi; Varietas Unggul Bersertifikat (VUB) dengan potensi hasil tinggi, biodekomposer, pupuk hayati, pemupukan berimbang, pengendalian OPT dengan  nabati, dan penggunaan alsintan (khususnya transplanter dan combine harvester) untuk menekan biaya tenaga kerja.

Untuk benih, sistem jarwo super menggunakan VUB dengan potensi hasil tinggi,  seperti varietas Inpari 30 Ciherang sub 1 dengan potensi hasil 13,9 ton GKP/ha, varietas inpari 32 HDB dengan potensi hasil 14,4 ton GKP/ha, dan varietas Inpari 33 dengan potensi hasil 10 GKG/ha. Komponen lainnya adalah pemberian pupuk organik, bisa berupa pupuk Petroganik maupun menggunakan biodekomposer, seperti Petro Bio. Biodekomposer merupakan inovasi teknologi perombak bahan organk untuk membuat pupuk organik dengan bahan baku jerami segar dan pupuk kandang yang sudah matang.

Dosis yang diberikan adalah 1-2 ton/ha diaplikasikan sebelum pengolahan tanah ataupun bersamaan dengan pengolahan tanah kedua. Sistem jarwo super juga mengaplikasi pupuk hayati. Pupuk hayati memiliki mikroba non patogenik yang dapat menambat nitrogen, melarutkan fosfat dan menghasilkan fitohormon. Fitohormon merupakan zat pemacu tumbuh tanaman. Keunggulan lainnya yang dimiliki oleh pupuk ini adalah kandungan mikroba yang memiliki aktivitas enzimatik yang berpengaruh terhadap pertumbuhan, pembungaan, pemasakan biji, meningkatkan vigor dan viabilitas benih.

Budidaya padi jajar legowo super menggunakan persemaian sistem dapog karena bibit ditanam dengan menggunakan alat tanam transplanter. Benih disebar dalam media dapog yang berukuran 18 x 56 cm dengan jumlah benih sekitar 100-125 gram/kotak. Dapog dibuat secara insitu menggunakan plastik lembaran dengan media tanam terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang. Langkah selanjutnya adalah menanam bibit dengan menggunakan mesin transplanter. Penggunaan alat ini bertujuan untuk mengefisienkan waktu tanam dan tenaga kerja petani.

Pada sistem jarwo super kerapatan tanaman merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Sistem tanam jajar legowo merupakan sistem tanam pindah dengan memberikan lorong kosong. Sistem tanam ini bertujuan untuk meningkatkan populasi tanaman padi per satuan luas sehingga adanya efek tanaman pinggir dan permudah pemeliharaan tanaman. Penanaman bisa dengan sistem tanam jajar legowo 2:1 dengan jarak tanam 25 x 12,5 x 50 cm sehingga meningkatkan populasi tanaman menjadi 213.333 rumpun/ha, atau terdapat peningkatan 33,3% dibandingkan sistem tegel.

Pemupukan organik dengan memberikan pupuk Petroganik atau kandang yang telah matang dan pemupukan anorganik dilakukan tiga kali yaitu pemupukan dasar pada umur 7-10 hari setelah tanam (HST). Pemupukan pertama pada umur 25-30 (HST) dan pemupukan kedua pada umur 40-45 (HST). Untuk kecukupan N dapat dilakukan dengan menggunakan bagan warna daun (BWD) setiap 10 hari hingga menjelang berbunga. Penanganan hama dan penyakit tanaman dilakukan diutamakan penanaman secara serempak, penggunaan varietas tahan, pengendalian hayati, biopestisida, fisik dan mekanis, feromon dan mempertahankan populasi musuh alami. Hindari penggunaan pupuk N secara berlebihan. (disarikan dari Miskat Ramdhani/BB Padi, Badan Litbang Pertanian)

Click to comment