Mencegah Diabetes dengan Berjalan Kaki - Blog Informasi | Berbagi semua informasi terkini

Mencegah Diabetes dengan Berjalan Kaki

Olahraga merupakan kebutuhan


Olahraga saat ini sudah menjadi gaya hidup bagi banyak orang. Salah satu olahraga yang paling banyak diminati dan memiliki manfaat besar adalah berjalan kaki.  Berjalan kaki termasuk olahraga yang murah dan tidak membutuhkan peralatan apa pun selain sepatu yang nyaman. Anda juga bisa melakukannya di berbagai tempat, kapanpun Anda mau. Selain itu, berjalan kaki juga ‘ramah’ untuk semua usia, baik muda maupun tua. Berjalan kaki efektif bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. Dengan berjalan dengan kecepatan sedang selama 15 menit, ternyata mampu membakar sebanyak 85-100 kalori.

Jalan kaki salah satu olahraga yang memberikan banyak manfaat.



Jalan kaki sungguh memberikan khasiat yang beragam. Mulai dari kebugaran, meningkatkan stamina, mencegah osteoporosis. Jalan kaki juga ternyata juga bisa mencegah diabetes. Siapa yang tidak mengenal penyakit diabetes? Penyakit ini bisa menyerang siapa saja baik laki-laki ataupun perempuan dan tidak memandang usia penderita. Hidup dengan diabetes sangat tidak nyaman. Selain bisa menyebabkan komplikasi, penderita diabetes juga harus tergantung pada obat dan menjalani diet seumur hidupnya. Di Indonesia penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan.

Salah satu cara yang mudah untuk mencegah penyakit ini adalah dengan berjalan kaki. Aktivitas fisik yang termasuk ringan hingga sedang dan aktivitas fisik yang lebih intensif, bisa mengurangi risiko terkena diabetes. Seperti dilansir dari diabetesvic.org.au, menurunkan kadar gula darah dengan mengurangi produksi glukosa dari hati pada orang yang gemuk. Meningkatkan pengaturan rata-rata glukosa dalam sel dan sensitivitas glukosa, meningkatkan sensitivitas insulin hingga 12-24 jam setelah melakukan aktifitas fisik, dan meningkatkan high-density liporpotein (HDL-kolesterol baik) dalam darah.



Beberapa hasil riset bahwa diabetes bisa dicegah dengan olahraga berjalan kaki

  • Study di Australia mengindikasikan bahwa partisipan yang berjalan kaki antara 85 menit-3 jam per minggu, bisa mengurangi risiko terkena diabetes hingga 31%. Intensitas berjalan yang rutin (5 hari per minggu) setidaknya selama 3 jam per minggu bisa mengurangi risiko terkena diabetes pada remaja 31-42%. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa wanita yang aktif melakukan aktivitas fisik seperti jalan kaki bisa mengurangi risiko terkena diabetes dibandingkan dengan wanita yang tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali.
  • Sementara Amanda Fretts, Ketua peneliti dari University of Washington, yang melakukan penelitian dengan meminta 1.800 orang menggunakan pedometer di pinggang mereka selama seminggu untuk mengetahui dengan jelas berapa langkah mereka berjalan tiap harinya.Para responden dalam penelitian ini berasal dari komunitas asli di Arizona, Oklahoma, serta North dan South Dakota, yang dikenal memiliki tingkat aktivitas fisik rendah serta beresiko tinggi diabetes.Hampir seperempat dari kelompok responden diketahui sangat jarang bergerak, hanya berjalan 3.500 langkah setiap hari, sementara separuhnya berjalan kurang dari 7.800 langkah per hari.
  • Pada awal penelitian, seluruh responden tidak menderita diabetes. Tetapi setelah 5 tahun dievaluasi kembali, 234 orang terkena diabetes. Sekitar 17 persen dari orang yang jarang bergerak menderita diabetes. Sementara dari kelompok yang berjalan kaki lebih dari 3.500 langkah setiap hari hanya 12 persen yang diabetes.“Hasil studi kami memang tidak mengejutkan karena beberapa studi lain telah menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang ringan bisa menurunkan risiko diabetes,” kata Fretts.Ia menjelaskan, aktivitas fisik yang dilakukan akan mencegah kegemukan sebagai salah satu faktor risiko diabetes. Aktif bergerak juga memiliki efek pada inflamasi, glukosa dan molekul lain di dalam tubuh yang bisa menurunkan risiko diabetes.
Berjalan kaki juga dihubungkan dengan penurunan berat badan yang bisa mengurangi risiko terkena diabetes. Remaja yang dikategorikan overweight atau tidak aktif melakukan aktivitas fisik memiliki 3 kali kemungkinan lebih besar terkena diabetes dibandingkan remaja yang memiliki berat badan normal. Dengan berjalan kaki selama 30 menit dapat meningkatkan kontrol glukosa, yang bisa membantu otot menyerap gula darah dan ini mencegah penyumbatan aliran darah. Efek ini bisa bertahan selama berjam-jam ataupun beberapa hari, tapi tidak permanen sehingga diperlukan jalan kaki yang teratur untuk mengontrol gula darah.

Kesehatan cardiovascular atau jantung yang lebih baik, karena orang dengan diabetes akan meningkatkan risiko penyakit jantung, jadi dengan berjalan kaki bisa mengurangi terkena penyakit jantung juga.
Untuk awalnya, mulailah dengan perlahan, berjalan selama 5-10 menit pada hari pertama masih bisa diterima, yang terpenting adalah tidak mendapatkan luka atau sakit pada tubuh anda. Tambahkan 5-10 menit per minggu, lalu tingkatkan lagi hingga mencapai tujuan selama 45 menit sampai 1 jam, 5 sampai 7 hari seminggu, karena itu adalah waktu yang ideal untuk pemeliharaan glukosa darah. Namun manfaat kesehatan mulai bertambah saat 30 menit per hari.

Hal yang paling penting dalam jalan kaki adalah menggunakan sepatu yang nyaman untuk kaki anda sehingga tidak menimbulkan cedera atau luka, sebaiknya gunakan walking shoes dan jangan lupa menggunakan kaus kaki. (Red)
   

Tag : Kesehatan
0 Komentar untuk "Mencegah Diabetes dengan Berjalan Kaki"


Back To Top