Deteksi dini demam berdarah dengue - Blog Informasi | Berbagi semua informasi terkini

Deteksi dini demam berdarah dengue

deteksi-dini-demam-berdarah-dengue

Demam berdarah dengue

Penyakit demam berdarah sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang serius di negara kita. Angka kejadian penyakit ini terus meningkat dari tahun ke tahun dengan angka kematian yang cukup tinggi. Demam berdarah Dengue ( DBD ) disebabkan oleh virus Dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Virus dengue termasuk dalam kelompok virus Flaviridae, dengan 4 serotype yaitu DEN-1, DEN-2, DEN -3, dan DEN -4.

Penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus. 

Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersifat asimtomatik atau tidak jelas gejalanya. Pasien DBD sering menunjukkan gejala batuk, pilek, muntah, mual, maupun diare. Masalah bisa bertambah karena virus tersebut dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperti flu atau tipus.

Gejala pada penyakit demam berdarah diawali dengan :

1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 °C- 40 °C)
2. Manifestasi pendarahan, dengan bentuk : uji tourniquet positif, purpura ( bercakperdarahan di bawah kulit ), pendarahan konjungtiva, epitaksis, melena, dsb.
3. Hepatomegali (pembesaran hati)
4. Syok, tekanan nadi menurun menjadi 20 mmHg atau kurang, tekanan sistolik sampai 80 mmHg atau lebih rendah.
5. Trombositopeni, pada hari ke 3 – 7 ditemukan penurunan trombosit sampai di bawah 100.000 /mmk.
6. Hemokonsentrasi, meningkatnya nilai Hematokrit.
7. Gejala-gejala klinik lainnya yang dapat menyertai: tidak nafsu makan, lemah, mual, muntah, sakit perut, diare, kejang dan sakit kepala.
8. Pendarahan pada hidung dan gusi.
9. Rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

Fase Demam Berdarah

Angka kejadian penyakit infeksi ini di negara kita cukup tinggi, sekitar 150 ribu orang terinfeksi penyakit ini dan setiap tahunnya penyakit demam berdarah selalu menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa provinsi. Setelah seorang pasien diinfeksi oleh virus Dengue maka virus itu akan berkembang di dalam tubuh kita tanpa menimbulkan gejala selama 3 sampai 14 hari. Setelah waktu tersebut maka pasien akan mengalami 3 fase demam berdarah sebagai berikut:

1. Fase demam

Siklus demam berdarah yang pertama ditandai dengan gejala demam. Demam yang ditimbukan oleh penyakit demam berdarah Dengue ini memiliki gambaran berupa demam yang mendadak tinggi, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus-menerus selama 2 sampai 7 hari. Namun demam ini dapat turun pada hari ke-3 sampai hari ke-5 dan kemudian naik lagi.

Pada fase ini, kebanyakan orang akan mengalami demam tinggi selama 3 hari dan disertai dengan nyeri kepala hebat, nyeri di belakang bola mata, nyeri otot dan juga nyeri sendi. Selain itu pada beberapa kasus dapat disertai dengan perdarahan ringan sampai berat, seperti ruam di kulit, mimisan maupun gusi berdarah, juga keluhan pencernaan seperti mual dan muntah.

Semua gejala yang timbul pada fase demam berdarah ini merupakan hasil dari respon sistem pertahanan tubuh kita terhadap infeksi virus Dengue. Tubuh kita akan membentuk antibodi yang nantinya akan menimbulkan reaksi radang di seluruh tubuh kita terutama di pembuluh darah. Pada kondisi ini, terdapat beberapa kemungkinan bahaya yang dapat timbul sewaktu-waktu.

Kondisi tersebut meliputi dehidrasi atau kekurangan cairan yang ditimbulkan oleh peningkatan metabolisme tubuh dan karena proses radang yang terjadi. Hal ini sangat rentan terjadi terutama pada anak-anak karena tubuh mereka yang lebih banyak terdiri dari air. Selain itu, pada anak-anak juga dapat terjadi penyakit kejang yang disebabkan oleh demam yang terlalu tinggi.

2. Fase kritis

Pada fase ini, seorang pasien yang mengalami demam berdarah Dengue tampak seperti mengalami perbaikan. Hal ini ditunjukkan oleh demam yang turun sampai normal, disertai keringat dan berkurangnya gejala-gejala lain seperti yang disebutkan di atas. Akan tetapi sesuai namanya pada fase demam berdarah yang berlangsung pada hari ke-4 hingga hari ke-5 ini pasien akan merasakan tubuhnya semakin lemas.

Pada fase ini, sebenarnya di dalam tubuh kita terjadi proses yang sangat berbahaya yakni turunnya jumlah sel untuk pembekuan darah (trombosit) disertai dengan cedera lapisan pembuluh darah yang hebat. Cedera pembuluh darah inilah yang pada akhirnya akan menyebabkan kebocoran pembuluh darah sehingga cairan didalam pembuluh darah akan merembes ke jaringan sekitarnya.

Pada kondisi ini seorang pasien harus dibawa ke rumah sakit atau ke tempat pertolongan kesehatan terdekat. Pada fase kritis ini bisa terjadi berbagai bahaya karena kebocoran pembuluh darah yang hebat dimana bisa membuat organ lain seperti paru-paru terganggu. Selain itu pada fase ini juga bisa terjadi perdarahan di berbagai organ dalam, termasuk di otak yang sangat mengancam nyawa. Pada fase demam berdarah kedua ini, kondisi pasien akan perlahan-lahan memburuk ditandai dengan kesadaran dan tekanan darah yang menurun, pola nafas yang tidak teratur, nadi yang melemah dan dingin pada ujung kaki ataupun tangan.

Semua keadaan ini dikenal dengan istilah syok, dimana syok ini disebabkan karena hilangnya volume cairan dari dalam pembuluh darah. Di dalam dunia medis, kondisi ini disebut Dengue Shock Syndrome (DSS) dan merupakan komplikasi dari penyakit demam berdarah yang sangat mengancam nyawa dan dapat berakibat kematian. Kondisi syok ini menyebabkan pasien harus dirawat di tempat perawatan khusus di rumah sakit.

3. Fase penyembuhan

Dari namanya saja, kita pasti sudah mengetahui bahwa fase ini merupakan fase terakhir dari perjalanan penyakit demam berdarah. Fase penyembuhan ini biasanya terjadi pada hari ke-6 hingga hari ke-7. Keadaan pasien pada fase ini biasanya akan kembali stabil.

Pada beberapa orang yang mengalami penyakit demam berdarah dengan disertai komplikasi berupa syok, setelah mendapatkan perawatan yang baik juga akan melewati fase ini. Pada fase ini, tubuh kita akan menunjukan perbaikan berupa perbaikan tekanan darah, pola nafas, denyut nadi dan juga penurunan suhu kembali normal. Pada fase demam berdarah ini, biasanya pasien sudah muali aktif kembali dan nafsu makan perlahan-lahan mulai meningkat.

Ketiga fase di atas mengalami variasi berbeda-beda pada setiap orang. Kasus demam berdarah paling banyak mengancam jiwa anak-anak karena proses kebocoran pembuluh darah yang hebat dan tidak tertangani dengan cepat dan tepat. Untuk itu bagi kita semua terutama bagi ibu yang memiliki anak-anak sangat penting untuk mengamati anak-anak jika sedang terserang demam.

Karena spektrum klinis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sangat luas maka amat dibutuhkan adanya diagnosa laboratorium yang dapat memberikan konfirmasi secara cepat sehingga diagnosa dini dapat segera ditegakkan.

Apa manfaat deteksi dini ?

Semakin cepat dignosis ditegakkan maka penanganan dapat lebih cepat diberikan kepada pasien sehingga dapat menurunkan angka kematian.

NS1 Antigen Rapid Strip

NS1 merupakan antigen virus yang dimiliki oleh semua jenis serotype virus dengue, dapat ditemukan dalam jumlah yang tinggi saat infeksi akut, baik pada infeksi primer maupun infeksi sekunder. Dengan demikian pemeriksaan NS1 Antigen Rapid Strip dapat lebih cepat mendeteksi adanya infeksi virus dengue sejak awal timbulnya demam ( demam hari ke-1 sampai hari ke-5 ). Dari berbagai penelitian menunjukkan sensitivitas pemeriksaan ini 92,3 % dan spesifisitas 100 % untuk mendeteksi virus dengue.
Tag : Kesehatan
0 Komentar untuk "Deteksi dini demam berdarah dengue"


Back To Top